Kacamata Hukum Di Indonesia


Hukum adalah senjata paling ampuh dalam mengendalikan tindakan manusia. Tidak seperti agama yang dibuat oleh Tuhan, hukum adalah buatan manusia dan dapat diubah sesuai dengan zaman dan budaya pada saat itu.

Dengan didasari rasa ketidak adilan yang dialami oleh seorang ibu rumah tangga yang harus membayar ganti rugi sebesar 240 Juta atas dugaan pencemaran nama baik. Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan di mana mereka yang akan dipilih. Administratif hukum digunakan untuk meninjau kembali keputusan dari pemerintah, sementara hukum internasional mengatur persoalan antara berdaulat negara dalam kegiatan mulai dari perdagangan lingkungan peraturan atau tindakan militer. filsuf Aristotle menyatakan bahwa “Sebuah supremasi hukum akan jauh lebih baik dari pada dibandingkan dengan peraturan tirani yang merajalela.”

Hukum harusnya memihak pada kebenaran bukan sebaliknya memihak yang salah. Hukum adalah mengekang bagi masyarakatnya tapi tidak berarti membatasi hak asasi manusia untuk berkreasi dan mengeluh akan hidup atau sesuatu yang menimpanya. Inilah nasib orang-orang kecil yang tidak dapat membeli hukum di Indonesia ini.

Satu kata terakhir “Hukum harus ditegakkan setegak-tegaknya, tidak pandang bulu dan tidak pandang ideologi” Jaya selau Indonesiaku.

Kita tidak berhak secara mutlak menghakimi seseorang atas kesalahan yang mereka perbuat karena kita bukan Tuhan yang menegtahui segalanya.

NB: Bukan tulisan untuk mengkritik atau menghakimi pihak lain hanya berkeluh kesah akan apa yang ada dalam kacamataku.

Posted on Desember 8, 2009, in Artikel and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: